BAB VIII
MANUSIA DAN
PANDANGAN HIDUP
8.1.
PENGERTIAN
PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI
Ø Pandangan Hidup adalah sikap manusia yang paling
mendasar dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam hidupnya, baik itu
berupa masalah, tugas, tantangan dan segala yang dilakukannya manusia pasti mempunyai
pandangannya masing-masing. Saya sebagai makhluk Tuhan yang beragama meyakini
bahwa Tuhan itu ada, dan sangat berperan penting dalam kehidupan. Banyak hal –
hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat di dunia ini, karena memang
hal tersebut tidak akan bisa kita pikirkan dengan pikiran kita yang terbatas.
Ø Ideologi adalah ide atau gagasan. Kata ideologi
sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk
mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai
visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan
Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan
beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan
oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama di balik
ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.
Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide)
yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti
politik.
8.2.
CITA-CITA
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan
dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan
dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepas diri
dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu. Ada 3 kategori keadaan hati
seseorang yakni lunak, keras, dan lemah, yaitu:
o Orang yang berhati keras
o Orang yang berhati lunak
o Orang yang berhati lemah
8.3.
KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah
perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk
bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Untuk
melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu:
o Manusia sebagai pribadi
o Manusia sebagai anggota masyarakat
o Manusia sebagai makhluk Tuhan
8.4.
USAHA /
PERJUANGAN
Dalam
hidup seseorang, untuk mendapatkan sesuatu yang sangat istimewa diperlukan
usaha atau perjuangan. Mengapa demikian? Karena di dunia ini tidak ada yang
instan atau mendapatkan dengan cuma-cuma. Kerja keras dapat dilakukan dengan
ilmu dan tenaga. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani atau tenaganya
daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan menigkatkan harkat
dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan tidak
mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh bermalas-malasan,
bersantai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia
yang mengaturnya.
8.5.
KEYAKINAN ATAU
KEPERCAYAAN
Keyakinan berasal dari kata yaqin yang artinya percaya sungguh-sungguh. Kepercayaan berbeda
dengan keyakinan. Keyakinan dan keimanan berada di atas istilah kepercayaan.
Dan keyakinan ekuivalen dengan keimanan. Kepercayaan menerima dengan budi (Ratio) dan keyakinan menerima dengan
akal. Dalam kehidupan, manusia mempunyai banyak keyakinan atas suatu hal.
Dengan keyakinannya inilah, kemudian manusia bertindak sebagai makhluk budaya.
Keyakinan yang dimiliki manusia bisa berwujud bermacam-macam. Dalam hal agama, keyakinan itu berarti
menyakini secara pasti dan benar bahwa Allah adalah Sang Maha Pencipta. Dalam
bidang kehidupan manusia menggunakan keyakinan sebagai cara dalam menempuh
kehidupan. Tanpa keyakinan kehidupanakan diliputi oleh bimbang.
8.6.
LANGKAH-LANGKAH
BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
1.
Mengenal: Suatu
kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya
yang dalam jalan ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2. Mengerti: Tahap
kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. mengerti disini
dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
3. Menghayati: Dengan
menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar
mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
4. Meyakini: Dengan
meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan
hidup itu.
5. Mengabdi: Sesuatu
hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan
dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
6. Mengamankan: Langkah
yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman
yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya
pandangan hidup itu.
Daftar Pustaka:
No comments:
Post a Comment