Monday, October 14, 2019

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 3)

Nama Anggota Kelompok
1.     Desviana Puspita                                   (11516856)
2.     Kamilia Mardhiyah Putri                      (13516808)
3.     Kurnia Wati                                           (13516972)
4.    Shifa Fauziah Rifiani                             (17516008)
Kelas                          : 4PA17
Tugas                         :Membuat Aplikasi Psikologi (Tugas 3)
Dosen Pengampu     : Dr. Ira Puspitawati, M.Si., Psikolog

CONTOH APLIKASI
DISTANCE HYPNOTHERAPY 
TUJUAN
Terapi dapat dilakukan di rumah sehingga menghemat biaya dan mengefektifkan waktu. Mengurangi kekhawatiran calon klien yang malu mengungkapkan masalahnya dan ingin merahasiakan wajahnya agar tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya memiliki masalah psikologi.
BATASAN
Analisis suara untuk interaksi, suasana hening, klien harus berbaring atau bersandar menggunakan earphone yang tersambung dengan aplikasi.
KONTROL
Sistem internet komputer, audio disesuaikan suasana hati klien.
INPUT
Gelombang suara.
PROSES
Menganalisis semua data yang klien ungkapkan dan mengintregasikan dengan hasil terapi klien sebelumnya (terapi rutin) untuk mengetahui keberhasilan terapi dan penanganan trauma yang tepat.
OUTPUT
Respon suara tanggapan dari psikolog. 
UMPAN BALIK
Penjernihan suara agar klien bisa mendengar lebih jelas, penggunaan sinyal yang stabil agar lancar, minim penggunaan baterai, variasi musik yang lebih banyak untuk rileksasi, fitur-fitur tambahan seperti pengiriman pesan, kamera, rekam audio, dll saat upgrade aplikasi.


Tuesday, October 1, 2019

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 2)

Nama Anggota Kelompok
1.     Desviana Puspita                                   (11516856)
2.     Kamilia Mardhiyah Putri                      (13516808)
3.     Kurnia Wati                                           (13516972)
4.    Shifa Fauziah Rifiani                             (17516008)
Kelas                          : 4PA17
Tugas                         : Contoh dari Sistem Informasi Psikologi 2
Dosen Pengampu     : Dr. Ira Puspitawati, M.Si., Psikolog
System
Elements
Goals
Input
Processing
Elements
Output
Tes Roschach Online
1.     Programmer
2.     Web designer
3.     Seorang ahli dalam bidang psikologi
4.     Jaringan internet
1.   Coding
2.   Sound effect
3.   Visual effect
1. Tes Roschach yang dapat diakses melalui internet (online).
2. Data hasil tes Roschach
1. Untuk berbisnis.
2. Untuk menghasilkan uang.
3. Memudahkan orang lain untuk melakukan tes Roschach kapan saja dan dimana saja. 

Kami akan menjelaskan sistem tes roschach online yang dibuat dengan tujuan memudahkan orang lain untuk melakukan tes roschach kapan saja dan dimana saja, tidak lagi terbatas oleh waktu untuk melakukan tes tersebut ke biro psikologi. Selain itu, sistem ini juga bertujuan untuk berbisnis dan menghasilkan uang ketika nantinya banyak masyarakat yang menggunakan.
Untuk membuat sistem ini, dibutuhkan seorang ahli dalam psikologi yang mengerti tentang Tes Roschach untuk memberikan data dan nantinya akan dibantu oleh programmer untuk memasukkan data yang diberikan oleh ahli dalam psikologi ke dalam sistem dalam Bahasa pemrograman. Untuk mempercantik tampilan sistem ketika nantinya diakses oleh masyarkat, dibutuhkan web designer yang bertugas mendesign tampilan sistem agar nyaman dipandang namun tidak terlalu menarik perhatian individu nantinya saat mengerjakan Tes Roschach. Sistem ini dibuat secara online, sehingga dibutuhkan jaringan internet untuk dapat mengaksesnya.
Setelah itu nantinya di dalam sistem terdapat pemrosesan, dimana ketika individu memberikan respon tentang gambar apa yang dilihat dalam tes roschach (dalam bentuk tulisan) akan terjadi coding untuk mencocokan jawaban individu dengan data yang telah diberikan oleh ahli dalam bidang psikologi sebelumnya. Selain itu terjadi visual effect ketika individu melanjutkan ke gambar selanjutnya, terdapat perubahan tampilan dari gambar satu ke gambar berikutnya. Serta terdapat sound effect, dimana individu dapat mendengarkan sebuah musik ketika pertama kali mengakses tes online ini, tetapi musik akan berhenti ketika individu memulai melakukan tes hal ini agar tidak menganggu individu ketika melakukan tes, dan akan kembali mendengar musik ketika telah menyelesaikan tes tersebut.
Hasil yang akan didapat nantinya dari sistem ini adalah individu mendapatkan data tentang hasil tes roschach yang telah dilakukannya. Selain itu sistem ini nantinya akan dapat diakses secara online untuk semua kalangan masyarakat.



Wednesday, September 25, 2019

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 1)

Nama Anggota Kelompok
1.    Desviana Puspita                       (11516856)
2.    Kamilia Mardhiyah Putri        (13516808)
3.    Kurnia Wati                              (13516972)
4.    Shifa Fauziah Rifiani                (17516008)
Kelas                            : 4PA17
Dosen Pengampu        : Ira Puspitawati
Softskill Tugas 1         Definisi Sistem Informasi Psikologi #



1.  Definisi Sistem
Menurut Romney dan Steinbart (2015), sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi. (Jogiyanto, 2005).
Menurut Murdick (1991), suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi dan barang.
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Jerry, 1981). 
MenurutMulyadi (2016) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Sutarman (2012) Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.
Menurut Maniah dan Dini Hamidini (2017) Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tuhuan atau sasaran tertentu yang sama.
Berdasarkan pendapat para tokoh ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tuhuan atau sasaran tertentu yang sama.

2.  Definisi Informasi
Menurut Davis (1991), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerima dan berguna untuk saat ini atau masa depan pengambilan keputusan.
Menurut Abdul (2002), informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. Kemudian, informasi sebagai data yang dapat diolah sehingga digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. (Bodnar, 2000).
Informasi adalah data yang sudah diproses sedemikian rupa yang dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. (Mcfadden, 1999).
Menurut Sidharta (1995), informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
Berdasarkan pendapat para tokoh ahli diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikanbentuk yang memiliki arti sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.

3.  Definisi Psikologi
Menurut Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah) dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respon). (Watson, 1919). 
Menurut Chaplin (1972), psikologi merupakan ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan.
Menurut Bruno (1987), psikologi dibagi dalam tiga bagian. Yang pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai roh. Yang kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. Dan yang ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku organisme. Namun, arti psikologi menurut Mayer (1990) adalah analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Menurut Rosenzwieg dan Mussen (1975) psikologi adalah sebagai ilmu yang mempelajari pikiran, namun dalam perkembangannya kata pemikiran berubah menjadi tingkah laku sehingga didefinisikan sebagai mempelajari tingkah laku manusia.
Menurut Miller dan George (1974) psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku.
Berdasarkan pendapat para tokoh ahli diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah membahas tingkah laku manusia dalam mempelajari pikiran yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku.

4.  Kesimpulan Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah rangkaian dari komponen-komponen yang saling interaksi untuk mencapai suatu tujuan dengan data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan sehingga meningkatkan pengetahuan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
Sistem informasi psikologi adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu prosesdari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tuhuan atau sasaran tertentu yang sama untuk data yang diolah sehingga dapat dijadikan bentuk yang memiliki arti sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya dalam membahas tingkah laku manusia dalam mempelajari pikiran yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku.
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh data yang berarti bagi si pengguna atau penerima mengenai ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia atau psikologi.

Daftar Pustaka
Bodnar, G.H. (2000). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Bruno. (1987). Kamus Istilah Psikologi. Alih bahasa: Samekto, Seselia. Yogyakarta: Kanisius.

Chaplin, J.P. (2002). Kamus lengkap psikologi, cetakan keenam. Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.

Dakir. (1993). Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Davis, G.B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian satu. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.

Jerry, F., Ardra, F.F., & Warren, D.S.J. (1981). Fundamentals of system analysis, edisi kedua. New York: John Willey & Sons.

Jogiyanto. (1999). Analisis dan Disain Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset. 

Jogiyanto, H.M. (2005). Analisa dan desain sistem informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Kadir, A. (2003). Pengenalan sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset.

Maniah., Hamidini. (2017). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pembahasan Secara Praktis dengan Contoh Kasus. Yogyakarta: Deepublish.

Mayer, J.D., Dipaolo, M., & Salovey, P. (1990). Perceiving affective content in ambiguous visual stimuli: A component of emotional intelligence. Journal of Personality Assessment. 54 (3&4), 772-781.

Mcfadden, dkk. (1999). Konsep dan tuntutan praktis basis data. Yogyakarta: Andi Offset.

Miller., & George. (1974). Psychology and communication.Washington: Voice of America.

Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Murdick, R.G. (1991). Sistem informasi untuk manajemen modern. Jakarta: Erlangga.

Raymond. (2001). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindod.

Romney, M.B., & Steinbart, P.J. (2015). Accounting information systems, 13th ed. England: Pearson Educational Limited.

Rosenzwieg., Mark., & Mussen. (1975). Psychology an introduction. London: D.C Health & Company.

Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Syah, M. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sutarman. (2012). Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Watson, D. L., De Bertali, G., Frank, J., Treger Than. (1984). Social psychology science and application. California: Foremen and co.