Thursday, October 13, 2016
Wednesday, October 12, 2016
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
BAB
3
KONSEPSI
ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
3.1. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN
Sastra adalah karya, sama posisinya
seperti karya-karya yang lain, seperti cerpen, puisi, lukisan, patung, musik,
seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra
adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati
dan diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta
pada ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh
karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni
sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing
individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau
kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari
kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang
pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik
kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin
untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan.
3.2. ILMU
BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam bahasa Indonesia istilah
prosa sering diterjemahakan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai
bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan, dan alur yang
dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusatraan Indonesia kilta
mengenal jenis prosa lama dan baru.
a. Prosa
lama meliputi:
o
Dongeng-dongeng
o
Hikayat
o
Sejarah
o
epos
o
cerita pelipur lara
b. Prosa
baru meliputi
o
cerita pendek
o
hikayat
o
biografi
o
kisah
o
otobiografi
3.3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Prosa
fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat
sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah :
a. Memberikan
wawasan, karena yang diperoleh pembaca adalah pengetahuan tentang nilai-nilai
prosa fiksi.
b. Memberikan
inforrmasi, karena yang di peroleh pembaca bukan hanya wawasan tapi juga
informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.
c. Memberikan
kesenangan, selain memberikan wawasan dan informasi juga dapat memberikan
kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah-sejarah zaman dahulu kala.
d. Memberikan
warisan, dapat di berikan kepada cucu-cucu kita untuk bekal mereka nanti dalam
memdalami prosa fiksi tersebut.
3.4. ILMU
BUDAYA DASAR YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Pembahasan puisi dalam rangka
pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan
pengajaran sastra dan apresiasinya yang mumi. Puisi dipakai sebagai media
sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan
yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi
disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan
:
1. Figura
bahasa seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, sehingga
puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata
yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata
berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata
yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan
asosiasi-asosiasi tertentu.
5. Pengulangan,
yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih
menggugah
Manusia dan Kebudayaan
BAB
2
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
2.1. PENGERTIAN
MANUSIA
Manusia
atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin
yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal
kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang
dalam agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam
antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan
terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan. Penggolongan manusia yang paling
utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya.
Secara
alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau
perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa
sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa
sebagai wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin,
bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
2.2. PENGERTIAN
HAKEKAT MANUSIA
Hakikat manusia adalah
pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang
meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive manusia mampu memenuhi
apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Dimana
memiliki peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia.
Sesungguhnya hakikat manusia adalah mahluk yang bertanggung jawab atas
tindakannya dan manusia diberi naluri.
Naluri adalah semacam dorongan
alamiah dari dalam diri manusia untuk memikirkan serta menyatakan suatu
tindakan. Setiap makluk hidup memiliki dorongan yang dapat diekspresikan secara
spontan sebagai tanggapannya kepada stimulus yang muncul dari dalam diri atau
dari luar dirinya.
2.3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan
suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya
terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan
kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa
timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal
sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai
bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa timur identik dengan benua asia yang
penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula
yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur
lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam
dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang
ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat
yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat
memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri. Pada umumnya kepribadian bangsa
timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama
masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namun walaupun
kita sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa Timur kita tidak bisa selalu
beranggapan bahwa kebudayaan bangsa Timur lebih baik dari bangsa Barat. Karena
semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tidak ada di dunia ini yang
sepenuhnya baik.
2.4. PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang berasal dari kata sansekerta yaitu Buddayah. Yang merupakan bentuk jamak
dari kata Budhi yang berarti akal.
Pengertian kebudayaan secara umum merupakan hasil cipta, rasa manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan,
seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan. Menurut Selo
Soemardjan, kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat.
Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau
kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk
menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk
keperluan masyarakat.
2.5. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan
memiliki 7 unsur diantaranya, ialah:
1. Sistem
Bahasa: Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya
untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Menurut Keesing,
kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang
fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada
generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa
menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia. Menurut
Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan
maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri
terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan
beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku
bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi
bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut
Koentjaraningrat menentukan batas daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah
karena daerah perbatasan tempat tinggal individu merupakan tempat yang sangat
intensif dalam berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan
bahasa sering terjadi.
2. Sistem
Pengetahuan: Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan
sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak
dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya
karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam
kehidupannya. Masyarakat pedesaan yang hidup dari bertani akan memiliki sistem
kalender pertanian tradisional yang disebut system pranatamangsa yang sejak
dahulu telah digunakan oleh nenek moyang untuk menjalankan aktivitas
pertaniannya. Menurut Marsono, pranatamangsa dalam masyarakat Jawa sudah digunakan
sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sistem pranatamangsa digunakan untuk
menentukan kaitan antara tingkat curah hujan dengan kemarau. Melalui sistem ini
para petani akan mengetahui kapan saat mulai mengolah tanah, saat menanam, dan
saat memanen hasil pertaniannya karena semua aktivitas pertaniannya didasarkan
pada siklus peristiwa alam.
Sedangkan masyarakat daerah pesisir pantai yang
bekerja sebagai nelayan menggantungkan hidupnya dari laut sehingga mereka harus
mengetahui kondisi laut untuk menentukan saat yang baik untuk menangkap ikan di
laut. Pengetahuan tentang kondisi laut tersebut diperoleh melalui tanda-tanda
atau letak gugusan bintang di langit. Banyak suku bangsa yang tidak dapat
bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim
apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai.
Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat
apabila tidak mengetahui dengan teliti ciriciri bahan mentah yang mereka pakai
untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap
kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam,
tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya. Menurut
Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia memiliki pengetahuan mengenai,
antara lain:
a) Alam
sekitarnya;
b) Tumbuhan
yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya;
c) Binatang
yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d) Zat-zat,
bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e) Tubuh
manusia;
f) Sifat-sifat
dan tingkah laku manusia;
g) Ruang
dan waktu.
3. Sistem
Kekerabatan dan Organisasi Sosial: Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan
organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia
membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat
tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan
aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia
hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan
dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain.
Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas
geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.
Kekerabatan berkaitan
dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan
merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.
4. Sistem
Peralatan Hidup dan Teknologi: Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan
hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda
tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia
berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda
yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih
sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk
dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
5. Sistem
Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup: Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu
masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi
mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu
kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan
hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain:
a) Berburu
dan meramu;
b) Beternak;
c) Bercocok
tanam di ladang;
d) Menangkap
ikan;
e) Bercocok
tanam menetap dengan sistem irigasi.
6. Sistem
Religi: Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi
dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya
suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada
manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan
mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut. Dalam
usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal
mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku
bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut
oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih
primitif.
7. Kesenian:
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi
mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang
dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak
yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi
awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada
teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi
etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan
seni drama dalam suatu masyarakat. Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas
seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik
terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas
prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang
dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni
tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni
modern adalah film, lagu, dan koreografi
2.6. WUJUD
KEBUDAYAAN
Menurut
J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: Gagasan, aktivitas,
dan artefak.
- Gagasan (Wujud ideal): Kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
- Aktivitas (tindakan): Wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
- Artefak (karya): Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Ø Sedangkan menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi menjadi nilai budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
a. Nilai-nilai Budaya: Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.
b. Sistem Budaya: Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
c. Sistem Sosial: Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.
d. Kebudayaan Fisik: Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju.
a. Nilai-nilai Budaya: Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.
b. Sistem Budaya: Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
c. Sistem Sosial: Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.
d. Kebudayaan Fisik: Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju.
2.7. ORIENTASI
NILAI BUDAYA
Kluckhohn dalam
Pelly (1994) mengemukakan bahwa
nilai budaya merupakan sebuah
konsep beruanglingkup luas
yang hidup dalam
alam fikiran sebahagian besar
warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup.
Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah
sistem nilai – nilai budaya. Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam
setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn
dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:
(1) Masalah
hakekat hidup
(2) Hakekat
kerja atau karya manusia
(3) Hakekat
kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
(4) Hakekat
hubungan manusia dengan alam sekitar
(5) Hakekat
dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
2.8. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Perubahan kebudayaan adalah suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dari cara cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Jadi, perubahan kebudayaan terjadi sesuai dengan perkembangan masyarakat pendukungnya. Tidak ada dukungan dari masyarakat, maka tidak akan ada perubahan, baik itu ke arah positif atau negatif.
Perubahan kebudayaan adalah suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dari cara cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Jadi, perubahan kebudayaan terjadi sesuai dengan perkembangan masyarakat pendukungnya. Tidak ada dukungan dari masyarakat, maka tidak akan ada perubahan, baik itu ke arah positif atau negatif.
Selama
hidupnya, setiap manusia (masyarakat dalam arti luas) pasti mengalami
perubahan-perubahan. Apabila misalnya dihubungan dengan definisi kebudayaan
yang dipaparkan oleh Taylor seperti yang sudah saya posting sebelumnya, dimana
kebudayaan adalah suatu kompleks yang meliputi unsur-unsur seperti pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan setiap kemampuan serta
kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat, maka perubahan itu bisa terjadi
melalui unsur-unsur kebudayaan tersebut baik untuk individu atau masyarakat,
baik terjadi secara lambat atau cepat.
2.9. KAITAN
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia
dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan
ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan
mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari
kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian- kejadian yang sudah diatur oleh
Yang Maha Kuasa. Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Secara sederhana hubungan antara
manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan
kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.
Daftar Pustaka:
https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
Daftar Pustaka:
https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI SALAH SATU MKDU
BAB 1
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI SALAH SATU MKDU
1.1.
PENGERTIAN ILMU
BUDAYA DASAR
Ilmu
atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu
memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Secara
sederhana Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah
Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic
Humanitiesm yang berasal dari bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah
Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan
manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
1.2.
TUJUAN ILMU
BUDAYA DASAR
Ilmu
budaya dasar memiliki tujuan untuk membuat pola pemikiran manusia lebih kritis
dan rasional, agar melatih cara berkomunikasi dengan antar satu sama lain. Disisi
lain dapat membuat seorang mahasiswa menjadi pemimpin yang tegas dan disiplin.
1.3.
RUANG LINGKUP
ILMU BUDAYA DASAR
Mencangkup
berbagai aspek kehidupan masalah manusia dan budaya yang dapat mendekati dengan
pengetahuan budaya secara gabungan antar bidang.
Hakikat manusia
adalah Universal. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan sosial, manusia tidak
hanya diam melainkan mencari tahu dan mewujudkan kesamaan-kesamaan
Daftar Pustaka:
http://vanesiasoplanit05.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-ilmu-budaya-dasar-softkill.html
Daftar Pustaka:
http://vanesiasoplanit05.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-ilmu-budaya-dasar-softkill.html
Subscribe to:
Posts (Atom)