Wednesday, October 12, 2016

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

BAB 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

3.1.  PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Sastra adalah karya, sama posisinya seperti karya-karya yang lain, seperti cerpen, puisi, lukisan, patung, musik, seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta pada ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan.
  
3.2.  ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam bahasa Indonesia istilah prosa sering diterjemahakan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusatraan Indonesia kilta mengenal jenis prosa lama dan baru.
a.       Prosa lama meliputi:
o   Dongeng-dongeng
o   Hikayat
o   Sejarah
o   epos
o   cerita pelipur lara
b.      Prosa baru meliputi
o   cerita pendek
o   hikayat
o   biografi
o   kisah
o   otobiografi

3.3.  NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah :
a.     Memberikan wawasan, karena yang diperoleh pembaca adalah pengetahuan tentang nilai-nilai prosa fiksi.
b.    Memberikan inforrmasi, karena yang di peroleh pembaca bukan hanya wawasan tapi juga informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.
c.  Memberikan kesenangan, selain memberikan wawasan dan informasi juga dapat memberikan kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah-sejarah zaman dahulu kala.
d.   Memberikan warisan, dapat di berikan kepada cucu-cucu kita untuk bekal mereka nanti dalam memdalami prosa fiksi tersebut.

3.4.  ILMU BUDAYA DASAR YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang mumi. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.  Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.  Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah

No comments:

Post a Comment